Sederet Pemicu Stres dalam Pernikahan

TIDAK mudah menjalankan pernikahan hingga akhir hayat. Godaan pasti datang silih berganti membuat pernikahan 'goyang'.

Pernikahan yang mampu mempertahankan rumah tangganya dalam jangka waktu panjang adalah pasangan yang telah melewati berbagai tantangan dan ujian bersama-sama.

Pernikahan tersebut memang sangat mengagumkan, tapi bukan berarti mereka tak pernah ditimpa stres. Untuk mewujudkan pernikahan tahan lama, kenali pemicu stres dalam rumah tangga berikut ini.

Stres keuangan

Stres soal keuangan dalam rumah tangga bertengger di urutan nomor satu sebagai penyebab perceraian. Ironisnya, pasca-cerai kondisi keuangan mantan pasangan suami-istri tersebut makin terseok-seok.

Parenthood

Menjadi orangtua merupakan tugas paling sulit yang harus dijalani. Selain itu tidak ada sekolah yang mengajarkan bagaimana cara menjadi orangtua terbaik. Setiap anak butuh penanganan berbeda.

Frustasi seksual

Setelah ditelusuri, stres dalam pernikahan diakibatkan karena hubungan seksual. Pasangan suami-istri butuh lebih dari hanya sekadar seks untuk membangun pernikahan yang kuat.

Budaya

Menikah adalah penggabungan dua keluarga yang berbeda. Kebiasaan yang berbeda kini bersatu dalam satu atap. Di mana, beberapa hal saling berbenturan, sehingga butuh usaha dan kompromi untuk mengatur harmonisasi yang seimbang.

Komunikasi

Komunikasi yang intens ternyata tak selalu menjaga pernikahan. Ketika komunikasi yang terjadi ternyata sangat berlebihan, maka pernikahan akan menderita.

Kelelahan

Jika laju pernikahan berjalan sangat cepat, dan Anda berpacu mengikuti pasangan lain, tentu yang terjadi adalah kelelahan. Hasil yang dicapai pun tidak nikmat, sebab pasangan suami-istri tidak menikmati prosesnya. Demikian dikutip Familyshare, Selasa (3/11/2015).

 

This entry passed through the Full-Text RSS service - if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.





Sederet Pemicu Stres dalam Pernikahan